Baca cerita ini untuk menghilangkan sifat mager dan menyepelekan
Sikap menyepelekan dan suka menunda sesuatu sudah menjadi
habits bagi semua orang terutama bagi anak muda yang sering saya lihat di
Indonesia.
“Ah mager”, “lu aja yang ambil gua mager”, “belajarnya nanti
aja gua males” kata-kata seperti itu sudah tidak asing lagi di telinga kita
bukan? Tapi kalian tau gak sih kalau semua itu bakal membunuh kalian sendiri?
Coba aja kita fikirkan dengan mager
artinya tidak dilakukan dan jika kita tidak
melakukan sesuatu gak akan ada
benefit yang bakalan kita terima. Banyak juga yang bilang jika menunda maka
kesempatanmu akan diambil duluan. Contohnya kamu sudah memiliki ide untuk
menjual produk merk A karena kamu melihat peluang usaha belum ada yang menjual
produk ini namun kamu tidak langsung megeksekusi ide kamu itu tetapi terus
menundanya karena kamu berfikir masih ada banyak hari.
Percayalah teman-teman
semua, dimana waktu yang kamu habiskan untuk menunda dan tidak melakukan apa-apa
ada lebih dari berjuta-juta orang yang sedang memikirkan cara bagaimana untuk
memulai bisnis. Akibatnya? Mereka lama-lama akan tersadar bahwa produk merk A belum
ada yag menjual dan berinisiatif saat itu juga untuk menjual barang tersebut sedangkan
kamu masih dalam fase menunda. Tokonya sudah kebanjiran pembeli
sedangkan kamu baru mau mulai menjual produk . Bagaimana tanggapan kalian
teman-teman?
Ketika kalian menunda, waktu
berjalan. Waktu tidak akan menunggu kalian yang menunda dan akan terus
digunakan sebaik-baiknya oleh mereka yang menghargai waktu!
Sama halnya dengan
menyepelekan ketika kamu menyepelekan berati kamu meremehkan sesuatu yang ada.
Ambilah contoh cerita tentang perusahaan nokia yang dulu sedang dalam masa
kejayaan dan menyepelekan android, mereka menganggap jika android adalah semut
yang mudah dimatikan tetapi lihatlah sekarang karena tidak berinovasi dan
meremehkan android perusahaan nokia jatuh dan android menguasai pasaran.
Sebagai tambahan contoh yang
pernah saya lihat pegawai X merupakan pegawai baru yang masih muda dan tidak
memiliki pengalaman bekerja ketika di perusahaan ia bertemu dengan berbagai
senior yang berpengalaman dengan lulusan universitas tinggi akibatnya banyak
pegawai yang menyepelekannya disana. Namun pegawai ini selalu berusaha untuk
menjadi pegawai yang baik sedangkan para pegawai senior hanya mengerjakan
tugasnya seperti biasa dan menerapkan sifat malas. Bertahun-tahun berlalu
pegawai X diangkat menjadi manajer utama sedangkan seniornya menjadi bawahannya
pegawai X.
Mengapa demikian? Karena
ketika pegawai senior bermalasan, pegawai x ini terus mengasah dirinya sendiri
ibarat pisau yang sering diasah akan menjadi makin tajam.
Menyepelekan
dan Mager berhubungan
Singkatnya hubungan mereka
itu seperti sifat
mager artinya kamu tidak melakukan hal itu karena kamu menyepelekannya.
Sifat mager ini bisa membuat kamu menyepelekan masalah dan
ini sangat berbahaya. Sebagaai contoh ada seorang anak yang sangat suka makan
makanan manis suatu saat ia merasa jika giginya berlubang kecil lalu
membiarkannya dan tetap lanjut makan permen beberapa waktu sesudahnya ia
merasakan giginya amat sakit dan ketika dilihat dua giginya sudah berlubang.
Akibatnya sakit gigi yang harus ditanggung tidak terbayang bukan?
Waktu dan Malas
Sifat malas membuat kamu membuang waktumu. Ketika orang lain
berusaha mencapai mimpinya kamu masih tertidur dan bermimpi bersama idol korea
kesukaanmu akibatnya kamu akan berada dalam zona itu terus dan orang lain sudah
sukses bersama mimpinya.
Inti yang mau saya sampaikan adalah jangan pernah mager dan
menyepelekan. Itu memang lumrah terjadi namun lebih baik kita bisa sadar dan
menguranginya, saya pribadi sudah pernah mengalami beberapa hal karena mager
dan menyepelekan dan akibat yang harus ditanggung semakin besar tergantung
seberapa penting masalah yang kamu sepelekan.
Namun hal ini tidak berarti saya harus menyerah! BIG NO!
Melainkan bangun dan memperbaiki semuanya mulailah gunakan waktumu untuk
berusaha. Mungkin sebelumnya kamu sudah melakukan kesalahan tetapi selama kamu
masih mau berusaha kembali dan memanfaatkan waktu dengan maksimal percayalah
bahwa hasil tersebut tidak akan sia-sia.
Kesimpulan:
Sifat mager dan menyepelekan
itu hanya akan membuang waktku kita yang berharga. Ketika orang-orang sedang
berusaha melakukan sesuatu ada orang lain yang bermalas-malasan. Well, itu
bukan sepenuhnya kesalahan kalian sebenarnya karena menurut penelitian tiap
orang memang memiliki sifat malas gerak ini/ kenyamanan untuk berada di tempat
yang sama. Tapi ini membunuhmu! Kau membuang waktu dengan tidak mengasah diri
kamu sendiri. Jadi, ayo semuanya harus bangkit dan melakukan yang terbaik.
Berikan Komentar ya Teman”
semua terima kasih J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar