Minggu, 19 Juli 2020

Baca Cerita Ini Untuk Menghilangkan Sifat Mager dan Menyepelekan

Baca cerita ini untuk menghilangkan sifat mager dan menyepelekan


Sikap menyepelekan dan suka menunda sesuatu sudah menjadi habits bagi semua orang terutama bagi anak muda yang sering saya lihat di Indonesia.

“Ah mager”, “lu aja yang ambil gua mager”, “belajarnya nanti aja gua males” kata-kata seperti itu sudah tidak asing lagi di telinga kita bukan? Tapi kalian tau gak sih kalau semua itu bakal membunuh kalian sendiri?

Coba aja kita fikirkan dengan mager artinya tidak dilakukan dan jika kita tidak melakukan sesuatu gak akan ada benefit yang bakalan kita terima. Banyak juga yang bilang jika menunda maka kesempatanmu akan diambil duluan. Contohnya kamu sudah memiliki ide untuk menjual produk merk A karena kamu melihat peluang usaha belum ada yang menjual produk ini namun kamu tidak langsung megeksekusi ide kamu itu tetapi terus menundanya karena kamu berfikir masih ada banyak hari.

Percayalah teman-teman semua, dimana waktu yang kamu habiskan untuk menunda dan tidak melakukan apa-apa ada lebih dari berjuta-juta orang yang sedang memikirkan cara bagaimana untuk memulai bisnis. Akibatnya? Mereka lama-lama akan tersadar bahwa produk merk A belum ada yag menjual dan berinisiatif saat itu juga untuk menjual barang tersebut sedangkan kamu masih dalam fase  menunda. Tokonya sudah kebanjiran pembeli sedangkan kamu baru mau mulai menjual produk . Bagaimana tanggapan kalian teman-teman?

Ketika kalian menunda, waktu berjalan. Waktu tidak akan menunggu kalian yang menunda dan akan terus digunakan sebaik-baiknya oleh mereka yang menghargai waktu!

Sama halnya dengan menyepelekan ketika kamu menyepelekan berati kamu meremehkan sesuatu yang ada. Ambilah contoh cerita tentang perusahaan nokia yang dulu sedang dalam masa kejayaan dan menyepelekan android, mereka menganggap jika android adalah semut yang mudah dimatikan tetapi lihatlah sekarang karena tidak berinovasi dan meremehkan android perusahaan nokia jatuh dan android menguasai pasaran.

Sebagai tambahan contoh yang pernah saya lihat pegawai X merupakan pegawai baru yang masih muda dan tidak memiliki pengalaman bekerja ketika di perusahaan ia bertemu dengan berbagai senior yang berpengalaman dengan lulusan universitas tinggi akibatnya banyak pegawai yang menyepelekannya disana. Namun pegawai ini selalu berusaha untuk menjadi pegawai yang baik sedangkan para pegawai senior hanya mengerjakan tugasnya seperti biasa dan menerapkan sifat malas. Bertahun-tahun berlalu pegawai X diangkat menjadi manajer utama sedangkan seniornya menjadi bawahannya pegawai X.

Mengapa demikian? Karena ketika pegawai senior bermalasan, pegawai x ini terus mengasah dirinya sendiri ibarat pisau yang sering diasah akan menjadi makin tajam.

Menyepelekan dan Mager berhubungan

Singkatnya hubungan mereka itu seperti sifat mager artinya kamu tidak melakukan hal itu karena kamu menyepelekannya.

Sifat mager ini bisa membuat kamu menyepelekan masalah dan ini sangat berbahaya. Sebagaai contoh ada seorang anak yang sangat suka makan makanan manis suatu saat ia merasa jika giginya berlubang kecil lalu membiarkannya dan tetap lanjut makan permen beberapa waktu sesudahnya ia merasakan giginya amat sakit dan ketika dilihat dua giginya sudah berlubang. Akibatnya sakit gigi yang harus ditanggung tidak terbayang bukan?

Waktu dan Malas

Sifat malas membuat kamu membuang waktumu. Ketika orang lain berusaha mencapai mimpinya kamu masih tertidur dan bermimpi bersama idol korea kesukaanmu akibatnya kamu akan berada dalam zona itu terus dan orang lain sudah sukses bersama mimpinya.

Inti yang mau saya sampaikan adalah jangan pernah mager dan menyepelekan. Itu memang lumrah terjadi namun lebih baik kita bisa sadar dan menguranginya, saya pribadi sudah pernah mengalami beberapa hal karena mager dan menyepelekan dan akibat yang harus ditanggung semakin besar tergantung seberapa penting masalah yang kamu sepelekan.

Namun hal ini tidak berarti saya harus menyerah! BIG NO! Melainkan bangun dan memperbaiki semuanya mulailah gunakan waktumu untuk berusaha. Mungkin sebelumnya kamu sudah melakukan kesalahan tetapi selama kamu masih mau berusaha kembali dan memanfaatkan waktu dengan maksimal percayalah bahwa hasil tersebut tidak akan sia-sia.

Kesimpulan:

Sifat mager dan menyepelekan itu hanya akan membuang waktku kita yang berharga. Ketika orang-orang sedang berusaha melakukan sesuatu ada orang lain yang bermalas-malasan. Well, itu bukan sepenuhnya kesalahan kalian sebenarnya karena menurut penelitian tiap orang memang memiliki sifat malas gerak ini/ kenyamanan untuk berada di tempat yang sama. Tapi ini membunuhmu! Kau membuang waktu dengan tidak mengasah diri kamu sendiri. Jadi, ayo semuanya harus bangkit dan melakukan  yang terbaik.

 

Berikan Komentar ya Teman” semua terima kasih J